TAKBIR IDUL ADHA

*TAKBIR IDUL ADHA*

Oleh: Irsyad Syafar

Pada bulan Zulhijjah ini kita disunnahkan memperbanyak dzikir kepada Allah, mulai dari tanggal 1 sampai tanggal 13. Dalam Al Quran tanggal 1-10 dinamakan "ayyam ma'lumat", dan tanggal 11-13 dinamakan "ayyam ma'dudat."

Allah Swt berfirman:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ [الحج: 28] .

Artinya: Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak." (QS Al Hajj: 28)

Kemudian Allah Swt juga berfirman:

وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْدُودَٰتٍ ۚ

Artinya: "Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang." (QS Al Baqarah: 203).

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa makna dari "ayyam ma'lumat" adalah tanggal 1-10 Zulhijjah. Sedangkan "ayyam ma'dudat" adalah tanggal 11-13 Zulhijjah atau hari Tasyriq. Maka memperbanyak dzikir seperti takbir, tahmid dan tahlil, itu disunnahkan pada 13 hari pertama bulan Zulhijjah.

*TAKBIR MUTLAK*

Para ulama menambahkan, disunnahkan bertakbir dengan lafaz mutlak (Allahu Akbar) semenjak waktu fajar tanggal 1 Zulhijjah sampai terbenam matahari pada tanggal 13 Zulhijjah. Bertakbir tidak dengan lafazh khusus dan tidak terikat dengan waktu dan tempat khusus. Dan ini merupakan amalan para Sahabat dan para Salaf.

*TAKBIR MUQAYYAD*

Yaitu mengucapkan takbir dengan lafazh khusus sebagaimana yang telah biasa dilantunkan pada dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha.

Takbir Muqayyad ini disunnahkan semenjak shalat Shubuh tanggal 9 Zulhijjah sampai shalat Ashar tanggal 13 Zulhijjah. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Ibnu Mas'ud, dan Ibnu Abbas, mereka bertakbir setiap selesai shalat wajib semenjak Fajar hari Arafah sampai Ashar hari terakhir Tasyriq (13 Zulhijjah).

Ini merupakan pendapat Madzhab Hambali, Abu Yusuf dan Muhammad bin Al Hasan Al Hanafi, satu pendapat dalam Madzhab Syafi'i. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Imam Nawawi, Ibnu Hajar dan Ibnu Taimiyah. Ada yang mengatakan ini merupakan Ijma'.

*LAFAZH TAKBIR*

Para Ulama melihat adanya kelapangan dan keluesan dalam lafazh takbir muqayyad. Yang paling populer ada 2 versi: pertama yang memulai dengan Allahu Akbar 3x, dan kedua yang kalimat Allahu Akbar 2x di awal. Keduanya adalah riwayat yang shahih dari Ibnu Mas'ud,  yaitu:

الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله، والله أكبر الله أكبر ولله الحمد.

Imam Syafi'i dan banyak Ulama yang lain membolehkan tambahan lafazh yang setelah kalimat-kalimat takbir di atas. Yaitu lafazh:

الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله، ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين ولو كره الكافرون، لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر.

Wallahu A'laa wa A'lam.

Komentar

Postingan Populer