PAUD
Bab Pendidikan: Menanam Benih di Hati Kecil
(Dari Memoar Perjalanan Saya)2019 – SekarangDi samping petualangan alam dan rutinitas olahraga, ada satu panggilan yang tak kalah penting dalam hidup saya: pendidikan.Saya terlibat mendampingi TK PAUD Siaga, sebuah sekolah alam mini yang berada di tengah hutan dan dekat pantai. Bagi saya, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah. Setiap pagi, melihat anak-anak kecil datang dengan seragam yang kadang masih bau sabun, mata berbinar, dan senyum polos, selalu membuat hati saya hangat. Saya pernah menulis di akun X:“Yang penting sekolah.. Baju beragam tidak bermasalah... Pakai baju kakaknya oke juga.. #tkpaudsiaga”Pesan itu sederhana, tapi mencerminkan filosofi kami: pendidikan tidak harus sempurna dari segi fisik, yang terpenting adalah semangat belajar dan keikhlasan.Di TK PAUD Siaga, kami belajar bersama. Anak-anak diajarkan huruf, angka, lagu, dan nilai-nilai kebaikan. Kami bermain di alam, mengenal tanaman, mendengarkan suara burung, dan sesekali berlatih hafalan surat-surat pendek. Saya juga terlibat di Rumah Tahfidz Al Ikhlas. Salah satu momen paling membahagiakan adalah saat Wisuda Tahfidz pada November 2019. Saya memposting:“Wisuda tahfidz..”
“Wisuda III #rumahtahfidzalikhlas #baznaskotapadang”Melihat anak-anak kecil naik panggung dengan jubah wisuda, meski masih terbata-bata, adalah kebahagiaan yang sulit digambarkan. Mereka bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga menanamkan akhlak dan cinta ilmu sejak dini.Pendidikan bagi saya adalah bentuk pemberdayaan jangka panjang. Saya percaya, dengan mendidik anak usia dini, kita sedang membangun fondasi bangsa yang lebih kuat. Kadang saya capek setelah mendampingi anak-anak seharian, tapi melihat mereka tertawa, belajar, dan berkembang membuat segalanya terbayar.Rutinitas olahraga pagi (sepeda, lari, renang) dan petualangan gunung justru memberi saya energi ekstra untuk mendampingi mereka. Tubuh yang sehat membantu saya lebih sabar, lebih kreatif, dan lebih semangat berbagi ilmu.Alhamdulillah, untuk setiap kesempatan mendidik, untuk setiap senyum anak yang saya lihat, dan untuk setiap doa yang mereka panjatkan. Pendidikan mengajarkan saya bahwa memberikan ilmu adalah investasi yang tidak akan pernah rugi. Ia akan terus tumbuh dan berbuah, bahkan ketika kita sendiri sudah tidak lagi berada di tengah-tengah mereka.Dari puncak Kerinci, Telaga Dewi Singgalang, hingga halaman kecil TK PAUD Siaga — semuanya adalah bagian dari perjalanan yang sama: bergerak, belajar, dan meninggalkan jejak kebaikan.
(Dari Memoar Perjalanan Saya)2019 – SekarangDi samping petualangan alam dan rutinitas olahraga, ada satu panggilan yang tak kalah penting dalam hidup saya: pendidikan.Saya terlibat mendampingi TK PAUD Siaga, sebuah sekolah alam mini yang berada di tengah hutan dan dekat pantai. Bagi saya, ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah. Setiap pagi, melihat anak-anak kecil datang dengan seragam yang kadang masih bau sabun, mata berbinar, dan senyum polos, selalu membuat hati saya hangat. Saya pernah menulis di akun X:“Yang penting sekolah.. Baju beragam tidak bermasalah... Pakai baju kakaknya oke juga.. #tkpaudsiaga”Pesan itu sederhana, tapi mencerminkan filosofi kami: pendidikan tidak harus sempurna dari segi fisik, yang terpenting adalah semangat belajar dan keikhlasan.Di TK PAUD Siaga, kami belajar bersama. Anak-anak diajarkan huruf, angka, lagu, dan nilai-nilai kebaikan. Kami bermain di alam, mengenal tanaman, mendengarkan suara burung, dan sesekali berlatih hafalan surat-surat pendek. Saya juga terlibat di Rumah Tahfidz Al Ikhlas. Salah satu momen paling membahagiakan adalah saat Wisuda Tahfidz pada November 2019. Saya memposting:“Wisuda tahfidz..”
“Wisuda III #rumahtahfidzalikhlas #baznaskotapadang”Melihat anak-anak kecil naik panggung dengan jubah wisuda, meski masih terbata-bata, adalah kebahagiaan yang sulit digambarkan. Mereka bukan hanya menghafal Al-Qur’an, tapi juga menanamkan akhlak dan cinta ilmu sejak dini.Pendidikan bagi saya adalah bentuk pemberdayaan jangka panjang. Saya percaya, dengan mendidik anak usia dini, kita sedang membangun fondasi bangsa yang lebih kuat. Kadang saya capek setelah mendampingi anak-anak seharian, tapi melihat mereka tertawa, belajar, dan berkembang membuat segalanya terbayar.Rutinitas olahraga pagi (sepeda, lari, renang) dan petualangan gunung justru memberi saya energi ekstra untuk mendampingi mereka. Tubuh yang sehat membantu saya lebih sabar, lebih kreatif, dan lebih semangat berbagi ilmu.Alhamdulillah, untuk setiap kesempatan mendidik, untuk setiap senyum anak yang saya lihat, dan untuk setiap doa yang mereka panjatkan. Pendidikan mengajarkan saya bahwa memberikan ilmu adalah investasi yang tidak akan pernah rugi. Ia akan terus tumbuh dan berbuah, bahkan ketika kita sendiri sudah tidak lagi berada di tengah-tengah mereka.Dari puncak Kerinci, Telaga Dewi Singgalang, hingga halaman kecil TK PAUD Siaga — semuanya adalah bagian dari perjalanan yang sama: bergerak, belajar, dan meninggalkan jejak kebaikan.
Komentar
Posting Komentar