Meraih Mimbar Cahaya dengan Cinta karena Allah
*ONE DAY ONE HADITS*
Kamis, 23 April 2026 / 6 Dzulkaidah 1447
*Meraih Mimbar Cahaya dengan Cinta karena Allah*
عن معاذ رضي الله عنه قَالَ: سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم، يقول: ((قَالَ الله- عز وجل: المُتَحَابُّونَ في جَلالِي، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمُ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ)). رواه الترمذي، وَقالَ: (حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحيحٌ).
Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bersabda:
“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: Orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku, bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya. Para nabi dan para syuhada merasa iri (ingin seperti mereka).”
(HR. Imam Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasan shahih)
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits:
1- “Mencintai karena keagungan-Ku” maksudnya:
Cinta yang dibangun atas dasar iman
Bukan karena kepentingan dunia
Ikhlas karena Allah semata
2- Keutamaan cinta karena Allah sangat tinggi. Orang yang saling mencintai karena Allah mendapatkan kedudukan istimewa di akhirat, yaitu mimbar dari cahaya.
3- Kedudukan yang mulia di hadapan Allah. Sampai-sampai para nabi dan syuhada “iri” (iri dalam arti positif, yaitu kagum dan ingin mendapatkan keutamaan tersebut).
4- Ikhlas adalah kunci utama
Cinta yang bernilai di sisi Allah adalah cinta yang bebas dari kepentingan duniawi.
5- Dorongan membangun hubungan yang benar.
Hadits ini mengajarkan agar hubungan persahabatan, persaudaraan, dan pergaulan dibangun di atas iman dan ketaatan.
6- Tidak berarti lebih tinggi dari para nabi. Sebagaimana penjelasan ulama, keutamaan ini tidak berarti mereka lebih tinggi dari nabi, tetapi menunjukkan betapa besarnya pahala dan kemuliaan mereka.
7- Hadits ini menegaskan bahwa:
Cinta karena Allah adalah amalan hati yang sangat agung
Balasannya adalah kedudukan mulia di akhirat
Ini menjadi motivasi untuk memperbaiki niat dalam hubungan dengan sesama.
Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an:
Keutamaan Saling Mencintai karena Allah
1- Orang beriman saling mencintai.
Cinta kepada Allah melahirkan cinta kepada sesama karena Allah.
وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
“Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 165)
2- Persaudaraan iman. Persaudaraan ini menjadi dasar tumbuhnya cinta karena Allah.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara…”
(QS. Al-Hujurat: 10)
3- Orang yang saling mencintai
karena Allah. Persahabatan yang tidak karena Allah akan berbalik menjadi permusuhan, sedangkan yang karena Allah akan kekal.
Kaitan dengan Hadits
الأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf: 67)
Komentar
Posting Komentar