MANGKRAK, KEJAHATAN ASASI

☪️
*MANGKRAK, KEJAHATAN ASASI*

Kekhalifahan Abasyiyah di Baghdad selama lima abad (tak kurang 500 tahun) berdiri kokoh dan gagah. Baghdad telah menjadi ikon peradaban dunia paling kharismatik sepanjang sejarah. Pusat peradaban, ilmu dan teknologi yang magnitnya mampu menyedot para warga dari berbagai penjuru dunia. 

Sementara dunia Barat pada saat yang sama, masih dalam keadaan gelap, karena masih hidup dalam cengkeraman mistik dan mitos yang kuat.

Kekhalifahan amat berwibawa dan memiliki izzah. Bukan hanya karena amat maju dalam berbagai bidang sains dan teknologi modern pada masanya. Tapi lantaran ia dijaga oleh pasukan perang professional yang profesional dan tangguh. 

Jumlah pasukan Islam terlatih dan kuat saat itu, konon hingga mencapai 500 ribu personil.  

Tapi lantaran terlalu lama berkuasa dan berlimpah kemakmuran, gaya hidup hedon mulai menjangkiti para petinggi istana. Tak terkecuali di kalangan tentara. 

Tentara Islam yang saat itu dikenal terkuat di dunia itupun, perlahan mulai meninggalkan barak-barak pelatihan militer. Mereka mulai jarang berlatih tentang taktik dan strategi perang. Sebagian ada yang terjun menjadi pedagang, sebagian besar lainnya bertani. 

Kekhalifahan Islam itu masih tetap berdiri gagah. Kota-kotanya masih amat terang benderang oleh cahaya ilmu. Pusat-pusat pendidikan tersebar hingga berbagai pelosok kota. Di jantung pemerintahan, berdiri perpustakaan terlengkap di dunia yang mengoleksi ratusan ribu judul buku tentang berbagai ilmu. 

Hingga petaka dahsyat itu datang. Tepatnya tanggal 29 Januari 1258, saat gelombang serbuan tentara Mongol yang dikenal sebagai bangsa Tartar itu mengepung Baghdad. Jumlahnya diperkirakan sekitar 130.000-200.000 pasukan terlatih yang memiliki jam tempur tinggi.

Taukah Anda berapa jumlah tentara aktif kekhalifahan Islam yang tersisa saat itu? Hanya tinggal 30.000. Mereka
dalam posisi terjepit, harus menghadapi ratusan ribu pasukan Tartar buas dan terlatih..?

Saat-saat kritis itu, khalifah al-Musta’shim melakukan upaya diplomasi. Diutuslah Ibnu al-Alqami, wazir Baghdad yang menganut
 Syiah, dan al-Jatsiluq, tetua keuskupan Timur.

Ibnu al-Alqami dianggap memiliki kedudukan penting di hadapan Hulagu Khan. Dia adalah pembisik al-Mus'tashim yang selalu menasihati, agar khalifah tunduk kepada Mongol.

Sedangkan al-Jatsiluq adalah pribadi yang terpandang bagi Hulagu Khan, karena istrinya yang bernama Duquz Khatun adalah seorang penganut Nasrani.

Dua elit lingkar pertama istana itulah yang selalu memberi masukan kepada al-Muta'shim, agar pasukan Islam, dialihkan profesi mereka pada bidang-bidang non-militer di masa damai. Akibatnya..? Ketajaman intuisi maupun kemampuan perang mereka pun jadi tumpul. Yang sudah sukses berdagang dan bertanipun enggan kembali lagi ke barak-barak militer. 

Situasi kelemahan militer Baghdad inilah yang dimanfaatkan pasukan Mongol. Serangan pun dimulai pada akhir bulan Januari. Mesin-mesin perang Mongol berhasil menembus pertahanan Bagdad hanya dalam waktu beberapa hari. Sehingga pasukan Hulegu yang sangat terlatih pun berhasil menguasai tembok timur Baghdad pada tanggal 4 Februari 1258. 

Al-Musta'sim yang makin putus asa kemudian berupaya untuk bernegosiasi, tetapi Hulegu tetap bertekad untuk meraih kemenangan penuh, bahkan membunuh pasukan al-Musta'sim yang berniat untuk menyerahkan diri.

Al-Musta'shim akhirnya menyerahkan kota tersebut pada tanggal 10 Februari, tapi khalifah dan seluruh keluarganya mereka bunuh. Para tentara Mongol mulai itmenjarah kota tersebut tiga hari kemudian. 

Jumlah orang yang tewas dibantai tidak diketahui, karena jumlahnya kemungkinan bertambah akibat epidemi yang kemudian melanda kota tersebut.

Pihak Hulegu mengklaim jumlah orang yang mereka bantai sekitar 200.000 orang. 

Sementara versi para sejarawan Islam jumlah yang dibantai pasukan Mongol mencapai 800.000 hingga 1,3 juta orang.

Yang membuat kita bergidik adalah, mayat-mayat tanpa kepala itu mereka susun seperti gunung, sebagai sebuah tradisi kemenangan pasukan Mongol yang terkenal buas. 

Pusat perpustakaan terbesar dunia saat itu mereka bakar habis hingga rata dengan tanah. Dari sinilah Tragedi Baghdad paling memilukan itu mengalir. Kota yang menjadi ikon dan terkaya di dunia saat itu berubah menjadi lautan darah kaum muslimin. Sungai Tigris yang melewati kota itu berubah warnanya menjadi hitam dan merah oleh darah ratusan ribu buku yang hangus. 

Apakah tragedi ini terjadi semata-mata lantaran faktor kekuatan pasukan Mongol..? 

Tidak..! 

Pelajaran penting yang bisa kita ambil dari peristiwa paling memilukan dunia ini adalah: MANGKRAK ITU KEJAHATAN ASASI. 

Mangkrak dalam membina dan memelihara intuisi perang kekuatan pasukan penjaga Islam. Dengan tidak meninggalkan Parit-parit jihad mereka.

Mangkrak dalam mentaati perintah Allah untuk mensyukuri nikmatNYA agar tidak menjadi kaum hubbud dunya.

Mangkrak dalam mengasah kewaspadaan dakwah agar tidak kesusupan para pengkhianat dalam barisan Islam. Wallahu a'lam[]

☪️
*Madrasatuna*

Komentar

Postingan Populer