TOKO SEMBAKO DI IRAN DAN PASAR DI AS

TOKO SEMBAKO DI IRAN DAN PASAR DI AS

Banyak tempat penjualan sembako di Iran yang memasang tulisan ini di rak-rak dagangannya : ambil secukupnya, bayar nanti setelah perang. 

Kepercayaan. Perasaan senasib dalam perjuangan. Dan keluhuruan kemanusiaan ditampilkan di hadapan kita. 

Menurut Francis Fukuyama, masyarakat yang maju dan beradab dicirikan dengan social trust yang tinggi. Semakin rendah kepercayaan sosial, semakin mundurnya peradaban sebuah masyarakat. 

Di desa-desa seluruh Iran, ratusan masyarakat berdatangan. Mereka membawa perhiasan dan barang berharga. Dikumpulkan untuk disumbangkan kepada pemerintah yang sedang berperang. 

Perempuan melepaskan perhiasan dari tubuhnya untuk dipersembahkan pada perjuangan bangsanya. 

Anak-anak memecahkan 'celengan', untuk disumbangkan. Seluruh rakyat Iran seperti ingin berkorban dengan apapun yang mereka miliki. 


"Kami malu dengan pemimpin kami. Beliau telah mempersembahkan hidupnya untuk kami, " ungkap seorang nenek ketika ia menyerahkan  cincin emas miliknya. Ia datang sambil memeluk foto Sayeed Ali Khamenei. 

Sementara di US, kini sedang heboh. Lingkaran Gedung Putih dituding mengambil untung akibat gejolak harga minyak. Omongan Trump sebagai Presiden memang bisa mempengaruhi pasar. 

Nah, ada transaksi besar-besaran di future market AS 15 menit sebelum Trump menuliskan ancaman mau menghancurkan Iran dalam jangka 48 jam. Tepat 15 menit sebelum Trump mengupload omongannya, terjadi 12.000 transaksi aneh. Padahal biasanya hanya 7000 perhari. 

Transaksi itu diperkirakan meraup untung lebih dari USD 1 miliar, hanya dalam hitungan menit. Jika ada yang untung sebesar itu, di sisi yang lain, pasti ada yang menanggung kerugian dalam jumlah yang sama. 

Hal yang sama terjadi sebelum Trump mengupload untuk menunda ancamannya selama 5 hari. 

Akal sehat mengatakan, ada orang di lingkaran Trump yang memanfaatkan informasi untuk ditransaksikan ke pasar. Kita mengenalnya dengan istilah insider trading. 

Pertanyaanya, siapakah lingkaran Trump yang telah memanfaatkan informasi perang untuk menumpuk kekayaan? Sementara jutaan rakyat AS tercekik karena harga bensin melambung tinggi. 

Dunia sedang menampilkan perilaku manusia yang amat kontras dalam perang ini.

___
Eko Kuntadhi

Komentar

Postingan Populer