Pengaruh Al-Qur’an terhadap Hati dan Akhlak

*ONE DAY ONE HADITS*

Sabtu, 28 Maret 2026 / 9 Syawal 1447

*Pengaruh Al-Qur'an terhadap Hati dan Akhlak*

عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ، وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ، لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الرَّيْحَانَةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ، وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ، لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :
"Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an seperti buah utrujjah: baunya harum dan rasanya enak.
Perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti kurma: tidak berbau tetapi rasanya manis.
Perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an seperti raihanah: baunya harum tetapi rasanya pahit.
Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an seperti hanzhalah: tidak berbau dan rasanya pahit."
(HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :

1- Keutamaan membaca Al-Qur'an.
Mukmin yang membaca Al-Qur'an diibaratkan seperti buah utrujjah:
Harum baunya akhlaknya baik dan memberi manfaat bagi orang lain.
Enak rasanya imannya kuat dan hatinya bersih. Artinya, membaca Al-Qur'an memperindah lahir dan batin.
2- Al-Qur'an mempengaruhi hati dan akhlak. Hadits ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk:
-Menghidupkan hati
-Memperbaiki akhlak
-Memberi pengaruh positif kepada lingkungan sekitar
-Orang yang dekat dengan Al-Qur'an biasanya tampak dalam sikap, ucapan, dan perilakunya.
3- Tingkatan manusia dalam Interaksi dengan Al-Qur'an
Dalam hadits lengkapnya disebutkan:
- Mukmin yang membaca Al-Qur'an seperti utrujjah (harum dan manis).
-Mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an seperti kurma (manis tapi tidak harum).
-Orang munafik yang membaca Al-Qur'an seperti raihanah (harum tapi pahit).
-Orang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an seperti hanzhalah (pahit dan tidak harum).
Pelajaran: Kesempurnaan seorang mukmin adalah ketika iman dan bacaan Al-Qur'an bersatu dalam dirinya.
4-Pentingnya mengamalkan Al-Qur'an. Hadits ini menekankan bahwa membaca saja belum cukup. Yang paling utama adalah:
-Membaca
-Memahami
-Mengamalkan
Karena pengaruh Al-Qur'an harus terasa dalam kepribadian seorang mukmin.
5- Motivasi untuk istiqamah
membaca Al-Qur'an
Hadits ini menjadi dorongan agar seorang muslim senantiasa membaca Al-Qur'an setiap hari, karena dampaknya sangat besar bagi hati dan akhlak.
6- Inti pelajaran hadits ini adalah:
Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur'an, semakin baik pula hati, akhlak, dan pengaruhnya terhadap orang lain.

Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :

1- Al-Qur'an sebagai petunjuk dan obat hati. Mukmin yang membaca Al-Qur'an menjadi seperti buah yang harum dan manis, karena Al-Qur'an menjadi penyembuh hati dan pembentuk akhlak.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi apa yang ada di dalam dada, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."Ayat (QS. Yunus: 57)

2- Al-Qur'an mengangkat derajat orang beriman. Orang yang membaca Al-Qur'an termasuk golongan yang dijanjikan keuntungan besar dan pahala berlipat, sebagaimana perumpamaan dalam hadits

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ ۝ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi…"Ayat (QS. Fathir: 29–30)

3- Al-Qur'an nembawa cahaya. Mukmin yang membaca Alquran menjadi seperti buah yang harum karena hidupnya diterangi oleh cahaya Al-Qur'an.

قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ۝ يَهْدى بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ

"Sungguh telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan Kitab yang jelas. Dengan Kitab itu Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang mengikuti keridaan-Nya…"(QS. Al-Ma'idah: 15–16)

Komentar

Postingan Populer